Selasa, 17 Maret 2020

6 Syarat-Tugas-Fungsi Guru

Edit Posted by with No comments
syarat syarat guru

  • bertaqwa kepada Allah SWT, dalam hal ini mudah dipahami bahwa guru yang tidak taqwa sangat sulit atau tidak mungkin bisa mendidikan muridnya menjadi bertaqwa kepada Allah SWT
  • berilmu, agar tidak kesulitan dalam berinterasi dengan para muridnya
  • berkelakuan baik, mebgingat tugas guru antara laun untuk menggembangkan akhlak mulia, maka sudah tentu guru harus memberikan contoh berakhlak mulia
  • sehat jasamni. kesehatan jauh lebih penting untuk dimiliki guru, guru tersebut tidak mengalami sakit yang kronis, menahun, atau jenis penyakit lainnya sehingga sangat mengalangi untuk menunaikan tugasnya sebagai guru (Syaiful;,2011)
tugas guru
  • mewariskan kebudayaan dalam bentuk kecakapan, kepandaian dan pengalaman empiric
  • membentuk kerpibnadian anak didik sesuai dengan nilai dasar negara
  • mengantarkan anak didik menjadi warga negara yang bail
  • mengarahkan dan membimbing anak sehingga memiliki kedewasaan dalam berbicara. bertindak, dan bersikap.
  • memfungsikan diri sebagai penguhung antara sekolah dan masyarakat lingkungan baik negeri maupun swasta
  • harus mampu mengawal dan menegakkan disiplin baik untuk dirinya maupun murid dan oranglauin
  • memfungsikan dfirinya sebgaai administragor dan sekaligus manager yang disenangi
  • melakukan tuagsnya dengan sempurna sebagai amanat profesi
  • merencanakan dan emlaksanakan kurikum serta evaluasi keberhasilannya
  • membimbing anak untuk belajar memahami dan meyelasaikan masalah yang dihadapi muridnya
  • guru harus mampu merangsang anak didik untuk memiliki semangat yang tinggi dalam membentuk kelompok studi, mengembangkan ekstrakurikuler dalam memperkaya pengalaman.
fungsi guru
  • memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa
  • menjunjung tinggi peraturan perUU, hukum dan kode etik guru serta nilai nilai agama dan etika
  • menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis
  • memelihara komitmen secara profesiuonal untuk meningkatkan mutu pendidikan
  • memberi yteladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercaaan yang diberikan kepadanya

6 Kompetensi Guru

Edit Posted by with No comments
guru profesional berdasarkan UU No.14 tahun 2005 tentang guru dan dosen (UUGD) pasal 10 ayat 1 dijelaskan bahwasannya ciri guru profesional yaitu memiliki 4 kompetensi, diantara lain: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial.


1. Kompetensi Pedagogik
sejumlah kemampuan guru yang berkaitan dengan ilmu dan seni mengajar siswa.

  • mengaktualisasikan landasan mengajar
  • pemahaman terhadap peserta didik atau menguasai karakteristik siswa dari aspek fisik, moral, sprititual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual
  • menguasai ilmu mengajar
  • menguasai teori motivasi
  • mengenali lingkungan masyarakat
  • menguasai penyusunan kurikulum dan mengembangkan kurikulum yang diampu
  • menguasai teknik penyusunan RPP
  • menguasai pengetahuan evaluasi pembelajaran
  • melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran
  • memanfaatkan teknologi informasi dan komputer untuk kepentingan pembelajaran
  • menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses serta hasil belajar
2. Kompetensi Kepribadian
kompetensi yang berkaitan dengan perilaku pribadi guru itu sendiri yang kelak harus memiliki nilai nilai luhur sehingga terpancar dalam perilaku sehari hari
  • guru sebagai manusia ciptaan tuhan yang maha Esa berkewajiban untuk meningkatkan iman dan ketaqwaan kepada tuhan, sejalan dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya
  • guru memiliki kelebihan dibandingkan yang lain
  • guru perlu untuk mengembangkan sikap tenggang rasa dan toleransi dalam menyikapi perbedaan yang ditemuinya dalam berinterkaksi dengan peserta didik maupun masyarakat
  • guru diharapkan dapat sabar dalam arti tekun dan ulet melaksanakan proses pendidikan tidak langsung dapat dirasakan saat itu tetapi membutuhkan proses yang panjang
  • guru mampu mengembangkan dirinya sesuai dengan pembaharuan, baik dalam bidang profesinya maupun dalam spesialisasinya
  • menunjukan etos kerja dan tanggung jawab yang tinggi
  • menjunjung tinggi kode etik guru
  • menampilan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mula dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat
3. Kompetensi Sosial
didalam PP No.19 tahun 2005, pada pasal 28 ayat 3 ialah kemampuan pendidik sebagai bagian dari masayrakat untuk berkomukasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, wali murid, dan masyarakat sekitar.
  • terampil berkomunikasi atau berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santu
  • bersikap simpatik dan dapat beradaptasi dengan baik
  • dapat bekerja sama dan pandai bergaul
  • memahami dunia sekitarnya (lingkungan)
  • bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak deskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, latar belakang keluarga, ras, dan status ekonomi
4. kompetensi profesional
kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mencdalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam standar nasional pendidikan. dengan kata lain pengertian guru profesional adalah orang yang punya kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru. seorang guru profesuinal dituntut dengan sejumlah persayaratan minimal antara lain: memiliki kualifikasi pendidikan profesu tang memadahi, memiliki kompetensi kemampuan berkomunikasi dengan siswanya, mempunyai jiwa kreatif dan produktif, mempeunyai etos kerja dan komitmen tinggi terhadap profesinya dan selalu malkukan pengembangan diri secara terus menerus melalui organisasi profesi, buku, seminar, dan semcamnya
  • menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mapel yang diampu
  • menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mapel yang diampu
  • mengembangkan materi pembelajaran secara kreatif
  • mengembangkan keprofesional secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif
  • memanfaatkan teknologi informasi dan komputer untuk mengembangkan diri
  • kemampuan mengeola program pembelajaran dan mengelola kelas serta penggunaan media dan sumber belajar
  • kemampuan menilai prestasi belajar peserta didik
  • kemampuan/terampil memberikan bantuan dan bimbingan kepada peserta didik
  • kemampuan memahami prinsip prinsip pengelolaan lembaga dan program pendidikan sekolah

6 Kode Etik Profesi Guru

Edit Posted by with No comments
Kode etik berarti pedoman tingkah laku yang harus diikuti dan ditaati oleh anggota-anggota suatu masyarakat tertentu.

kode etik guru indonesia adalah norma dan asas yang disepakati dan diterima oleh guru guru Indonesia sebagai pedoman sikap dan perilaku dalam melaksanakan tugas profesi sebagai pendidik, anggota masyarakat dan warga negara

tujuan umum kode etik antara lain:

  1. untuk menjunjung tinggi martabat profesi
  2. ungtuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggotanya
  3. untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi
  4. untuk meningkatkan mutu profesi
  5. untuk meningkatkan mutu organisasi profesi
kode etik guru indoensia berfungsi sebagai seperangkat prinsip dan norma moral yang melandasi pelaksanaan tugas dan layanan professional guru dalam hubungannya dengan peserta didik, orangtua atau wali siswa, sekolah, dan rekan seprofesi, organisasi profesi, dan pemerintah sesuai dengan nilai nilai agama, pendidikan, sosial, etika, dan kemanusiaan.

kode etik guru :
  1. guru berbakti, membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusai pembangunan yang berPancasila
  2. guru memiliki kejujuran profesional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing masing
  3. guru mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik, tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan.
  4. guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orangtua murid sebaik baiknya demi kepentingan anak didik
  5. guru memeilihara hubungan baik dengan masyarakat lingkungan sekolahmya maupun masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan pendidikan
  6. guru secara sendiri sendiri dan atau secara bersama sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutunya
  7. guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru baik berdasarkan lingkungan kerja maupun di dalam hubungan keseluruhan
  8. guru secara bersama sama memelihara, membina, dan meningkatkan mutu organisasi profesional sebagai sarana pengabdiannya
  9. guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijakan pemerintah dalam pendidikan
kode etik guru indonesia dalam perumusasnnya atau waktu kelahirannya mengalami 4 tahap yatu :
  1. tahap pembahasan atau perumusan (tahun 1971/1973)
  2. tahap pengesahan (kongres XIII, november 1973)
  3. tahap penguraian (kongres XIV, juni 1979)
  4. tahap penyempurnaan (kongres PGRI XIV, juli 1989)
pada tahun 1973 inilah kode etik guur indonesia dirumuskan oleh PGRI secara yuridis, artinya bahwa apabila para guru melakukan pelangggaran atas kode etik maka akan dikenakan sanksi. sanksi yang kan dijatuhkan tergantung pada berat ringannya pelanggaran tersebut. tapi yang lebih berat adalah sanksi moral. sanksi yang akan dikeluarkan itu tentunya tidak dijatuhkan secara langsung, tetatapi melalui beberapa tingkatan, yaitu pertama peringatan atau teguran, kedua skorsing, dan ketiga tindakan administratif.


6 Pertanyaan

Edit Posted by with No comments
1. Berdasarkan laporan PISA 2019, skor membaca Indonesia ada di peringkat 72 dari 77 negara, lalu skor matematika ada di peringkat 72 dari 78 negara, dan skor sains ada di peringkat 70 dari 78 negara. tiga skor tersebut menurun dari tes PISA 2015.

  • apakah turunnya laporan PISA diakibatkan karena rendahnya kompetensi guru? jelaskan pendapat saudara!
  • sebagai calon pendidik generasi bangsa. bagaimana saudara mengembangkan profesionalisme menuju pendidikan abad 21?
2. seiring dengan perkembangan demokrasi dan HAM, perkataan, sikap, dan perbuatan guru terhadap siswa memang saat ini lebih banyak disorot. mental siswa pun nampaknya seperti semakin lembek. ketika mendapat teguran dari guru dianggap sebagai perbuatan guru kasar terhadap siswa dan siswa merasa tidak terima, dan kebanyakan kasus malah terjadi kekerasan kepada gurunya sendiri. hal ini tentunya perlu dievaluasi. semua pihak terkait perlu melakukan intropeksi diri. jika ditinjau dari konteks guru, bagaimana cara agar permasalahan tersebut tidak terjadi?

3. di indonesia, pengimplementasian kode etik profesi guru masih sangat minim. tindakan kekerasan pelecehan tidak seharusnya dilakukan oleh guru, karena itu merupakan suatu pelanggaran kode etik. banyaknya guru yang melakukan pelanggaran kode etik menjadikan dirinya tidak melaksanakan tugasnya secara profesional. bagaimanakah upaya dalam meningkatkan pengimplementasian kode etik guru agar terciptanya guru yang profesional di indonesia?

Rabu, 05 Februari 2020

6 Hakikat manajemen

Edit Posted by with No comments
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Pendidikan adalah proses usaha yang berhubungan dengan pembinaan sumber daya manusia guna pengembangan berbagai potensi yang dimilikinya menuju pada kedewasaan dan kemandirian. Pendidikan merupakan kegiatan yang rumit dan kompleks, karena berhubungan peserta didik dengan berbagai macam potensi kemampuan yang dibawanya serta melibatkan banyak sumber daya dan kepentingan banyak pihak yang masing-masing belum tentu sama.

Kehadiran manajemen dalam pendidikan adalah suatu bentuk upaya guna efektivitas dan efisiensi proses penyelenggaraan pendidikan, sehingga keterlibatan berbagai komponen sumber daya pendidikan pengolahannya dapat berjalan dengan baik sejalan dengan berbagai teori pengolahan pendidikan yang dapat dipertangggung jawabkan, dan akhirnya berujung pada adanya dan dampak yang signifikan dalam keberhasilan mencapai tujuan pendidikan dalam mewujudkan kehidupan bangsa yang berdaya saing bagaimana yang dicita-citakan oleh para pendahulu kita. Yang demikian itu menjadikan manajemen pendidikan memiliki kedudukan strategis untuk kebaikan dan keberhasilan pengolahan pendidikan serta menjadi penting untuk dikuasai oleh para pihak yang memiliki kepedulian terhadap keberadaan pendidikan terlebih para pengolahanya.

Rumusan masalah
Apa pengertian manajemen?
Apasaja fungsi- fungsi manajemen?
Apa tujuan dari manajemen?
Apa saja bidang garap manajemen?

Tujuan penulisan
Mengetahui pengertian manajemen
Mengetahui fungsi manajemen
Mengatahui tujuan  manajemen
Mengetahui macam-macam bidang garap manajemen





BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian Manajemen
Manajemen berasal dari kata "to manage" yang berarti mengatur, mengurus atau mengolah. Manajemen sering diartikan sebagai ilmu, kiat, dan profesi.  Manajemen mencakup kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan, dilakukan oleh individu-individu yang menyumbangkan upayanya yang terbaik melalui tindakan-tindakan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Sedangkan secara Istilah pengertian manajemen adalah sebagaimana beberapa pendapat dari para ahli sebagai berikut :

James A.F Stoner: Manajemen merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha dari para anggota organisasi dan penggunaan semua sumber daya organisasi yang telah ditetapkan.

Malayu S.P. Hasibuan: Manajemen merupakan Ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya yang lain secara efektif dn efisien untuk mencapai tujun tertentu.

Haiman: manajemen Merupakan fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan bersama

G.R. Terry: Manajemen merupakan proses yang terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan sasaran-sasaran yang telah ditetapkan.


Fungsi manajemen
Menurut G.R Terry terdapat empat fungsi manajemen, yakni

Perencanaan
Perencanaan adalah pemilihan atau penetapan tujuan organisasi dan penentuan strategi, kebijakan, proyek, program, prosedur, metode, sistem, anggaran, dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Fungsi utama perencanaan adalah memberikan kejelasan arah bagi setiap kegiatan sehingga setiap kegiatan dapat diusahakan dan dilaksanakan secara efisien dan efektif mungkin.

Langkah-langkah pokok dalam perencanaan yaitu :
-Menetapkan tujuan
-Merumuskan keadaan saat ini
-Mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan
-Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan

Pengorganisasian
Pengorganisasian adalah tindakan mengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif antara orang-orang, sehingga mereka dapat bekerja sama secara efisien, dan memperoleh kepuasan pribadi dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu, dalam kondisi lingkungan tertentu guna mencapai tujuan atau sasaran tertentu. Inti dari pengorganisasian adalah setiap kegiatan harus jelas siapa yang mengerjakan, kapan dikerjakan dan apa targetnya.

Langkah-langkah pengorganisasian sebagai berikut :
Merinci seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi
Membagi beban pekerjaaan total menjadi kegiatan-kegiatan yang logis dapat dilaksanakan olehs atu orang
Mengadakan dan mengembangkan suatu mekanisme untuk mengoordinasikan pekerja para anggota menjadi kesatuan yang terpadu dan harmonis

Pelaksanaan (actuating)
Pelaksanaan adalah usaha menggerakan anggota-anggota kelompok hingga mereka berkeinginan dan berusaha mencapai sasaran perusahaan. Pelaksanaan tidak lain merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan, dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian agarsetiap karyawan dan guru dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas, dan tanggungjawabnya.
Hal penting yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan adalah bahwa seorang guru akan termotivasi  untuk mengerjakan sesuatu jika merasa yakin mampu mengerjakan, yakin pekerjaannya akan memberikan manfaat bagi dirinya, tidak sedang dibebani oleh problem, tugas tersebut merupakan kepercayaan bagi yang bersangkutan, hubungan antarteman  dalam organisasi tersebut harmonis

Pengawasan
Pengawasan merupakan suatu kegiatan yang berusaha untuk mengendalikan agar pelaksanaan dapat berjalan sesuai dengan rencana dan memastikan apakah tujuan organisasi tercapai

Langkah-langkah dalam proses pengawasan yaitu:
Menetapkan standar pelaksanaan
Menentukan pengukuran pelaksanaan kegiatan
Mengukur pelaksanaan kegiatan nyata
Membandingkan pelaksanaan kegiatan dengan standar dan menganalisis penyimpangan-penyimpangan
Mengambil tindakan koreksi, bila perlu.

Tujuan menajemen
Tujuan manajemen berbasis sekolah atau madrasah secara umum adalah untuk mendidikan dan memberdayakan sekolah atau madrasah melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada sekolah atau madrasah, pemberian fleksibilitas yang lebih besar kepada sekolah untuk mengelola sumber daya sekolah atau madrasah, dan mendorong partisipasi warga sekolah atau madrasah dan masyarakat   untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Secara terperinci manajemen berbasis sekolah bertujuan untuk :
Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisatif sekolah atau madrasah dalam mengola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia. Sehingga sekolah dapat lebih kreatif dan memaksimalkan potensi yang dimilikinya.
Meningkatkan partisipasi warga sekolah atau madrasah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan juga merupakan tujuan dari MBS. Partisipasi yang dimaksud disini adalah partisipasi dalam pengambilan keputusan bersama melalui rapat atau yang lainnya.
Meningkatkan tangungjawab sekolah atau madrasah kepada orang tua, pemerintah tentang mutu sekolah atau madrasah. Dengan begitu kredibilitas sekolah sebagai lembaga pendidikan terbaik dapat terbentuk dan terjaga.
Meningkatkan persaingan yang sehat antar madrasah dan sekolah lain supaya tercapai mutu pendidikan yang diharapkan darimasing-masing sekolah. Sehingga setiap sekolah akan bersaing untuk meningkatkan.

Bidang garap manajemen
Direktorat Pendidikan Menengah Umum Depdiknas (1999) dibuku Panduan Manajemen Sekolah, menuliskan bidang kegiatan pendidikan sebagai berikut:
Manajemen Kurikulum
Manajemen kurikulum adalah usaha merencanakan, mengorganisasi, melaksanakan, dan mengawasi pelaksanaan kurikulum. Prinsip dasar manajemen kurikulum adalah berusaha agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik, dengan tolok ukur pencapaian tujuan oleh peserta didik dan mendorong guru untuk menyusun dan terus menerus menyempurnakan strategi pembelajarannya.
Manajemen Kesiswaan
Manajemen kesiswaan adalah proses perencanaan, pengorganisasi, pelaksanaan, dan pengawasan terkait dengan peserta didik. Prinsip dasar dalam manajemen kesiswaan yaitu :
Peserta didik harus diperlakukan sebagai subjek
Peserta didik memiliki wahana untuk berkembang secara optimal
Pengembangan potensi konigtif, afektif dan psikomotorik
Manajemen Personalia
Manajemen personalia adalah mengelola ketersediaan sumber daya manusia dan mengembangkan potensi sumber daya manusia. Prinsip manajemen personal yaitu :
Sumber daya manusia  adalah komponen paling berharga dalam mengembangkan sekolah
Sumber daya manusia akan berperan secara maksimal jika dikelola dengan baik sehingga mendukung tujuan sekolah
Kultur dan suasana sekolah   serta perilaku manajerial sekolah sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pengembangan sekolah
Manajemen sekolah mengupayakan setiap warga dapat bekerjasama dan saling mendukung untuk mencapai tujuan sekolah
Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan merupakan proses mengelola dapat menggali sumber dana, mengelola dana, mengelola keuangan dikaitkan dengan program tahunan sekolah, cara mengadminstrasikan keuangan, cara melakukan pengawasan dan pengendalian. Manajemen keuangan perlu diperhatian adalah ketersediaan dana, akuntabilitas dan transparansi.
Manajemen Perawatan Sarana dan Prasarana
Manajemen perawatan sarana dan prasarana adalah tindakan yang dilakukan secara periodik dan terencana untuk merawat fasilitas fisik, seperti gedung, peralatan sekolah dan sarana lainnya  dengan tujuan meningkatkan kinerja, memperpanjang usia pakai, menurunkan biaya perbaikan dan menetapkan biaya efektif perawatan.
Dalam memanajemen ini perlu adanya progam perawatan di sekolah dengan cara pembentukan tim pelaksana, membuat daftra sarana dan prasarana, menyiapkan jadwal kegiatan perawatan pada masing-masing bagian dan memberikan penghargaan bagi mereka yang berhasil meningkatkan kinerja peralatan sekolah dalam rangka meningkatkan kesadaran merawat sarana dan prasarana sekolah.
Manajemen kinerja guru
Manajemen kinerja guru berkaitan erat dengan tugas kepala seklah untuk selalu melakukan komunikasi yang berkesinambungan, melalui jaringan kemitraan dengan seluruh guru di sekolahnya. Dalam mengembangkan manajemen kinerja guru, didalamnya harus dapat membangun harapan yang jelas serta pemahaman tentang:
Fungsi kerja esensial yang diharapkan dari para guru
Seberapa besar kontribusi pekerjan guru bagi pencapaian tujuan pendidikan di sekolah
Bagaimana guru dan kepala sekolah bekerjasama untuk mempertahankan, memperbaiki, maupun mengembangkan kinerja guru yang sudah ada sekarang
Bagaimana prestasi kerja akan di ukur
Mengenali berbagai hambatan kinerja dan berupaya menyingkirkannya







  BAB III
PENUTUP



Kesimpulan
Manajemen berasal dari kata "to manage" yang berarti mengatur, mengurus atau mengolah. Manajemen sering diartikan sebagai ilmu, kiat, dan profesi. Menurut para ahli manajemen sebagai berikut:
James A.F Stoner: Manajemen merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha dari para anggota organisasi dan penggunaan semua sumber daya organisasi yang telah ditetapkan.
Malayu S.P. Hasibuan: Manajemen merupakan Ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya yang lain secara efektif dn efisien untuk mencapai tujun tertentu.
Fungsi manajemen menurut G.R Terry terdapat empat fungsi manajemen, yakni Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan dan pengawasan. Tujuan manajemen berbasis sekolah atau madrasah secara umum adalah untuk mendidikan dan memberdayakan sekolah atau madrasah melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada sekolah atau madrasah, pemberian fleksibilitas yang lebih besar kepada sekolah untuk mengelola sumberdaya sekolah atau madrasah, dan mendorong partisipasi warga sekolah atau madrasah dan masyarakat   untuk meningkatkan mutu pendidikan
Bidang Manajemen Sekolah menurut Direktorat Pendidikan Menengah Umum Depdiknas (1999) dibuku Panduan Manajemen Sekolah terbagi menjadi 6 yaitu manajemen kurikulum, manajemen kesiswaan, manajemen personalia, manajemen keuangan, manajemen perawatan sarana dan prasarana, dan manajemen kinerja guru.

Saran
Kami berharap dengan adanya makalah ini bisa bermanfaat bagi teman-teman khususnya mahasiswa. Kritik dan saran sangat kami harapkan dari teman-teman, khususnya dari Ibu Dosen yang telah membimbing kami untuk menyempurnaan makalah ini. Apabila ada kekurangan dalam penyusunan makalah ini, kami mohon maaf sebesar-besarnya.
Kami berharap dengan adanya makalah ini:
Mahasiswa mampu memahami hakikat manajemen
Mahasiswa kelak dapat menjadi guru yang profesional
Mahasiswa dapat mengaplikasikan pemahaman tentang manajemen berbasis sekolah kelak ketika menjadi seorang guru
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi dosen, mahasiswa dan masyarakat


































DAFTAR PUSTAKA

Aminuddin. 2016. Manajemen pendidikan telaah teoritis praktis. Yogyakarta: gerbang media
H.A.R. Tilaar. 2004. Manajemen Pendidikan Nasional: Kajian Pendidikan Masa Depan. Bandung: Rosdakarya
Sunhaji. 2008. Manajemen madrasah. Yogyakarta: grafindo utara media
Yunandra. 2019. Pengertian dan fungsi manajemen madrasah. Online. (http://yunandra.com/manajemen-sekolah-madrasah-pengertian-fungsi-dan-bidangnya/) diakses pada 26 januari 2020



6 Konsep Bahan Ajar MI

Edit Posted by with No comments
28 Januari 2020

Bahan ajar merupakan materi pembelajaran (instruksional materials) adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang hatus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah di tentukan.

Nasional centre for vocational education research ltd/ Nasional center for competency based training
Bahan Ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar dikelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.

Menurut badan standar nasional pendidikan (2006)
Baham ajar merupakan informasi, alat, dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencamaan dan penelaan implementasi pembelajaran.

Media : sarana/alat untuk menyampaikan materi pembelajaran (mengandung materi)
Peraga : alat sebagai bahan ajar

Sudjana (96:95) 
Bahan ajar merupakan suaru pendekatan yang digunakan oleh seseorang guru atau pendidik dalam melaksanakan proses pembelajaran melalui tahapan tahapan tertentu sehingga siswa dapat mengikuti proses belajar mengajar.

Wingkel (1991:193)
Bahan ajar merupakan bahan yang digunakan untuk belajar dan mencapai tujuan instruksional.

Kesimpulan
Bahan ajar merupakan kumpulan dari materi materi pelajaran yang disusun dan dikemas secara sistematis baik berupa cetak maupun noncetak yang dapat digunakan dalam belajar dan pembelajaran

Bahan ajar ada instruksi dan cara kerja

Jenis jenis Bahan ajar
Secara terperinci, jenis jenis materi pembelajaran terdiri dari pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur), keterampilan dan sikap atau nilai. 

Prinsip prinsip pemilihan bahan ajar
Relevansi (berkaitan dengan kebutuhan siswa), konsistensi, dan kecukupan.

Langkah - langkah :
  1. Mengidentifikasi aspek aspek yang terdapat dalam standar kompetensi dan komepetensi dasar yang menjadi acuan/rujukan pemilihan bahan ajar
  2. Mengidentifikasi jenis jenis materi bahan ajar
  3. Memilih bahan ajar yang sesuai atau relevan dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang teridentifikasi tadi
  4. Memilih sumber bahan ajar
Strategi memamfaatkan baham ajar
  1. Strategi urutan penyampaian simultan
  2. S.U.P suksesif
  3. S.P fakta
  4. S.P konsep
  5. S.P materi pembelajaran prinsip
  6. S.P prosedur

Strategi Urutan Penyampaian Simultan
Yaitu jika guru harus menyampaikan materi pembelajaran lebih dari 1. Maka menurut strategi urutan penyampaiam simultan, materi secara keseluruhan disajikan secara serentak, baru kemudian di perdalam 1 demi 1 (metode global)

Strategi urutan penyampaian suksesif
Jika guru harus menyampaikan materi pembelajaran lebih daripada 1, maka menurut Strategi urutan penyampaian suksesif, sebuah materi 1 demi 1 disajikan secara mendalam baru kemudian secara berurutan menyajikan materi berikutnya secara mendalam pula.

Strategi penyampaian fakta
Jika guru harus menyajikan materi pembelajaran tedmasuk jenis fakta

Srtrategi penyampaian konsep
Materi pembelajaran jenis konsep adalah materi berupa defimosi atau pengertian. Tujuan mempelajari konsep adalah agar siswa paham, dapat menunjukkan ciri ciri, unsur, membedakan, membandimgkan, memgeneralisasi, dsb.
Langkah : sajikan konsep, beri bantuan, latihan, dll.

Strategi penyampaian prinsip
Termasuk materi pembelajaran betupa jenis, prindip, dalil, rumus, hukum, postulat, teorema, dsb.

Strategi penyampaian prosedur
Tujuan mempelajari prosedur adalah agar siswa dapat melakukan atau mempraktekkab prosedur tsb, bukan sekadar paham atau hafal. Termasuk materi pembelajaran, jenis prosedur, adalah langkah langkah mengerjakan suatu tugas secara urut

6 Kontrak belajar Pengembangan Bahan Ajar MI

Edit Posted by with No comments
21 januari 2020

Mengembangkan bahan ajar dan menciptakan bahan ajar
Pemikiran out of the box
Anti mainstream, you can do it!

3 Darma pendidikan : Pendidikan, penelitian, dan pengabdian

Kontrak belajar

  1. Kehadiran 20%
  2. Tugas 30%
  3. UTS 20%
  4. UAS 30%
Pembahasan
  1. Konsep dasar bahan ajar
  2. Fungsi dan bentuk bahan ajar
  3. Analisis bahan ajar di MI
  4. Konsep dasar pengembangan bahan ajar
  5. Model pengembangan bahan ajar
  6. Praktik
  7. Implementasi